mobil dinas

Banyak pejabat pemerintahan yang mendapatakan mobil dinas. Hampir semua mobil dinas ini dibawa oleh pejabat ke rumahnya. Yang tentu saja dipakai untuk keperluan sehari-hari.

Pada hari libur pun rupanya para pejabat menggunakan mobil dinas untuk keperluan pribadi, wisata, shoping, dan lain-lain. Selain melanggar ketentuan dinas mereka para pejabat ini biasanya membebankan segala keperluan yang berkaitan dengan mobilnya ke negara. Dari perbaikan sampai bahan bakarnya. Sering kita lihat di spbu mereka meminta bon kosong untuk dapat di minta kembali di kantornya atas bbm yang di belinya, padahal biaya bbm ini untuk keperluan jalan-jalan di hari libur. Tidak ada kaitan sama sekali dengan dinas. nothing, nothing.

Lebih parah lagi ketika dia mengisi bbm hanya sebesar 100 rb perak, di bon tertulis 200 rb perak. semakin berlipat saja kerugian negara ini.

Banyak pejabat dalam melakukan perjalanan dinas dengan menggunakan mobil dinas tetapi memperoleh uang sppd (uang saku, transport, dan penginapan) hal ini sebagai bentuk pemborosan uang negara. Seharusnya kalau menggunakan mobil dinas dia tidak mendapat uang transport.

Kadang hal yang lebih lucu lagi terjadi di kantor-kantor pemerintah adalah besarnya biaya perjalanan dinas oleh para pegawainya sementara mobil dinas dipakai untuk keperluan pribadi. Ini double pengeluaran uang negara.

Tidakkah ini dipikirkan oleh para pembuat kebijakan negara. Kadang kita menjadi tidak rela kalau uang pajak yang kita bayarkan untuk dijadikan foya-foya bagi pejabat-pejabat semacam itu.

Tentang zaidanzidna

learn together
Pos ini dipublikasikan di kerja. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s