rambu jalan

Menggenjot sepeda menuju kantor sudah menjadi menu keseharian yang semakin lama semakin mengasyikkan. Setidaknya tidak menyumbangkan polusi untuk jakarta yang kian penat. Relative tidak ikut terjebak dalam riuh kemacetan ibukota.

Berhenti karena lampu merah merupakan hal yang harus saya patuhi, namun pemandangan di jakarta tidak demikian. Sepertinya lampu merah bukan sebagai sesuatu yang harus dipatuhi warga ibukota.

di perempatan landmark dukuh atas pengendara baik mobil atau motor melanggar rambu lalu lintas. Mungkin buta warna kali yah mereka ini. Terutama pengendara motor merasa bangga sekali melanggar aturan ini. Padahal orang yang melihat kejadian ini mungkin mencibir termasuk aku.

Di perempatam karet dibawah jembatan layang, tingkat pelanggaran lalu lintas lebih parah lagi. Bener2 sebagai suatu kebanggaan bagi mereka yang berani melanggar lalu lintas ini. Saya udah beberapa kali melihat kejadian-kejadian yang mendekati kecelakaan, saling mengerem. eh serem. Kalau kita amati di perempatan ini banyak berceceran bekas pecahan kaca kendaraan bekas kecelakaan.

Sadarlah pengendara, tidak seberapa waktu yang kau hemat tapi nyawa taruhannya.

Iklan

Tentang zaidanzidna

learn together
Pos ini dipublikasikan di b2w. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s