Jakarta, gusdur.net
Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menerima rombongan masyarakat korban semburan lumpur panas Lapindo Porong Sidoarjo Jawa Timur, di Gedung PBNU Jl Kramat Raya Jakarta, Rabu (18/04/2007) sore. Dikatakan seorang perwakilan rombongan yang juga Pengasuh Pondok Pesantren al-Tahdzib Kedungbendo, Porong, Sidoarjo, KH Abdul Fattah, dirinya dan rombongan hanya ingin meminta doa restu [...]
Archive for April 19th, 2007
Korban Lapindo Sowan Gus Dur
April 19, 2007Futsal
April 19, 2007Saya sekarang lagi menggemari main futsal. Saya biasanya main futsal di de futsal jalan Dr. Satrio Jakarta Selatan. Bermain futsal melepaskan ketagangan di sela-sela jam kerja sangat mengasyikkan. Rasanya segar, meski keringat mengucur dengan deras karena suasana indoor futsal yang memanas seiring meningkatnya suhu badan. Kipas angin besar yang dipasang pengelola menjadi tidak berarti.
Biasanya kami [...]
Kerja
April 19, 2007Lagi bete banget nih kerja hari ini, semuanya seperti membosankan untuk dikerjakan. mungkin saya kali ini harus ngambil cuti atau setidaknya merencanakan untuk berlibur di akhir pekan. Siapa tahu dengan perubahan suasana akan membangkitkan lagi semangat bekerja yang nampaknya mulai menemui titik jenuh.
Tentu saja sangat berat untuk bekerja dalam situasi dimana kondisinya lagi tidak mood. [...]
Seleksi alam
April 19, 2007Mengikuti teori Charles Darwin dan Robert Maltus, maka semua orang di dunia ini secara perlahan akan tumbuh makin sempurna. Orang-orang cantik dan tampan akan menguasai dunia ini. Sebaliknya orang-orang yang berpostur dan berparas jelek akan sedikit-demi sedikit tersisih dari kehidupan dunia ini. Definisi cakep dan jelek akan bergeser tergantung pada relativitas waktu.
Mengapa hal ini terjadi? [...]
Perpustakaan kampoeng
April 19, 2007Saya lagi mencoba membuat perpustakaan untuk sebuah kampoeng di cirebon. Yang menurut saya tingkat pendidikannya sangat tertinggal dibandingkan kampoeng sekitarnya. Saya memiliki tempat untuk dibuat bangunan perpustakaan. Di depan sebuah SD Negeri. Kebetulan aku lahir di kampoeng ini.
Sampai sekarang saya menyisihkan dari penghasilan saya antara 300.000 perak sampae 500.000 perak buat beli buku. Kira2 baru [...]